Senin, 31 Agustus 2015

[Review] You Are The Apple Of My Eye


Judul buku : You Are The Apple of My Eye
Penulis : Giddens Ko
Harga : Rp 63.000,-
Halaman : 350
Terbit : February 2014

Penerbit : Haru


Blurb :

Kau sangat kekanak-kanakan – Shen Jiayi
Sedikit pun kau tidak berubah, nenek yang keras kepala – Ke Jingteng

Semua berawal saat Ke Jingteng, seorang siswa pembuat onar, dipindahkan untuk duduk di depan Shen Jiayi, supaya gadis murid teladan itu bisa mengawasinya. Ke Jingteng merasa Shen Jiayi sangat membosankan seperti ibu-ibu, juga menyebalkan. Apalagi, gadis itu selalu suka menusuk punggungnya saat ia ingin tidur di kelas dengan pulpen hingga baju seragamnya jadi penuh bercak tinta. Namun, perlahan Ke Jingteng menyadari, kalau Shen Jiayi adalah seorang gadis yang sangat spesial untuknya.

Karena masa mudaku, semua adalah tentangmu...

***


Komentar Cizu :

Saya berharap buku ini telah terbit, di masa saya SMA dulu. Karena bagi saya (ingat, cuma bagi saya lho) buku ini bukanlah sebuah novel, maupun autobiografinya Giddens Ko. Melainkan sebuah buku motivasi. Yang saya tahu, saya mempelajari 3 hal dari buku ini :

  1. Bagaimana menjadi anak yang rajin belajar dengan kekuatan bulan cinta.
  2. Bagaimana menjadi orang yang pantang menyerah dalam mengejar jambret cinta.
  3. Bagaimana kegalauan di masa muda menjadikan kita seorang yang produktif dan kreatif.

Sejak pertama kali judul buku ini terlontar di linimasa, saya sudah penasaran dengan jalan cerita buku ini. Judulnya unik dan menarik perhatian. Apalagi dengan gembar-gembor bahwa cerita dalam buku ini merupakan pengalaman pribadi penulis yang super galau. Rasa penasaran itu semakin menjadi-jadi, setelah saya menonton versi filmnya (yang dimainkan oleh Ko Chen Tung dan Michelle Chen) yang super konyol dan lebay karena banyak adegan-adegan “menjurus”nya. Haha.

Karena buku ini tidak murni sebagai sebuah novel, mungkin Anda akan sedikit bosan saat membaca curhatan-curhatan penulis atau pandangannya terhadap sesuatu dan beberapa hal yang tidak berkaitan dengan jalan cerita. Ini pula yang membuat saya berhenti berkali-kali ketika membaca buku ini. Tapi secara keseluruhan, cerita dalam buku ini menarik untuk diikuti. Meskipun, sebagian besar pembaca sangat menyayangkan akhir ceritanya. Hoho.

Membaca buku ini, membuat saya mengenang kembali masa SMP-SMA saya. Di saat saya masih suka-sukanya dengan seorang cowok, yang saya klaim sebagai cinta pertama saya. Sayang sekali, cowok itu tidak satu sekolah dengan saya. Sehingga sedikit sekali kenangan yang tercipta dan tidak akan cukup jika dijadikan sebuah buku.

Oleh karena itu, seperti yang sudah saya katakan di awal, saya berharap buku ini terbit lebih cepat. Saya berharap saya bisa menjadi berani dan tulus seperti Ke Jing Teng. Kesungguhan hati Ke Jing Teng dalam mengungkapkan rasa sayangnya terhadap Sen Jia Yi, saya yakini mampu menggugah hati para cewek dan cukup untuk membuat mereka mengayal “andai ada orang yang seperti itu” di sekitar mereka. Ya kaaan? Hayo, yang cewek-cewek pada ngaku! x3

Lewat pengalamannya, penulis seperti ingin menyampaikan jika kita sudah bertemu dengan orang yang benar-benar kita suka, ungkapkanlah. Lebih baik sakit karena ditolak, daripada penasaran sampai akhir. Dan akhirnya jadi susah move on. Buat kalian yang masih gagal move on dari cinta monyet kalian, ayo baca buku ini! Siapa tau nemu jurus-jurus ampuh buat move on. :P

Rating : 3,5/5 Bintang.

0 komentar:

Poskan Komentar