Senin, 08 Desember 2014

[Review] Nobody's Boy : Sebatang Kara


Judul buku : Nobody's Boy (Sebatang Kara)
Penulis : Hector Malot
Harga : Rp 42.000,-
Halaman : 378
Terbit : April 2010
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Blurb :

Ketika masih bayi, Remi diculik dan ditinggalkan di sebuah jalanan di Paris. Seorang pemotong batu yang miskin mengangkatnya sebagai anak, tetapi lalu menjualnya kepada Signor Vitalis, pemusik jalanan yang membawa Remi berkelana bersama rombongan pertunjukannya yang terdiri atas anjing-anjing dan seekor kera. Dari Signor Vitalis-lah Remi belajar bermain musik, dan orang tua ini menjadi pengganti sosok ayah baginya. Berbagai peristiwa dialaminya: kehilangan orang yang disayangi, menemukan sahabat sejati, dan yang terutama: harapan untuk menemukan kembali orangtua kandungnya.

Buku ini merupakan karya masterpiece klasik tentang keberanian, integritas, dan kesetiaan. Perjalanan panjang seorang anak dalam mengatasi kehidupan di jalanan.

***
Komentar Cizu :

Berasa deja vu nggak baca sinopsis di atas? Atau mungkin muncul sesuatu di benak kamu semacam 'Eh, kok kayak tau cerita ini?" Jika iya, itu artinya kamu angkatan jadul seperti saya. Hohoho.

Iyaap, novel Prancis berjudul asli Sans Famille ini pernah diadaptasi menjadi anime yang kemudian ditayangkan di RCTI sekitar tahun 90'an. Berbarengan dengan tayangan Candy Candy juga, kalau saya nggak salah ingat. :D

Saya rasa sinopsis dari Gramedia sudah cukup menggambarkan bagaimana jalan cerita novel ini. Jadi saya tidak akan bercerita mengenai isinya. Boleh nggak saya berbagi kesan saya selama membaca novel ini saja? Karena saya juga nggak punya kritik untuk novel ini, hehe.

Jadi, sepanjang saya membaca novel ini saya begitu hanyut dengan alur yang disuguhkan. Membaca halaman demi halaman membuat saya jadi menyayangi Remi, seolah Remi adalah kenalan dekat saya. Baru bab awal-awal aja, saya udah mulai terenyuh saat  membaca adegan memasak panekuk bersama antara Remi dan Ibu Barberin. Lalu ada beberapa bab yang membuat saya berderai (ceilah, berderai cuy) air mata, misalnya saat Remi hendak dipisahkan dari Ibu Barberin untuk ikut bersama Signor Vitalis. Atau yang paling menyedihkan buat saya, yaitu saat badai salju dan Remi tanpa sengaja tertidur hingga mengakibatkan sesuatu. T_T Sedih banget, deh pokoknya.

Tentu saja, novel ini tidak hanya mengisahkan penderitaan Remi karena ada juga masa tenang dan masa bahagia dalam hidup Remi. Pertemuannya dengan berbagai macam orang, menjadikan Remi seorang anak istimewa yang pantang menyerah dengan rintangan dan musibah yang menimpanya. 

'Buku ini merupakan karya masterpiece klasik tentang keberanian, integritas, dan kesetiaan'.

Begitu kata Gramedia. Dan saya rasa Gramedia memang tidak melebih-lebihkan. Buku ini mengandung banyak pesan moral dan tentunya memuaskan hati seorang pecinta novel heart warming seperti saya ini. ^^

Akhir kata, bravo Carlo Balzini. :P

Rating : 5/5 Bintang.

1 komentar:

-Indah- mengatakan...

Berasa deja vu nggak baca sinopsis di atas? Atau mungkin muncul sesuatu di benak kamu semacam 'Eh, kok kayak tau cerita ini?"

hahaha.. iyaa bangets XD pas di toko buku baca sinopsisnya berasa kok pernah tahu ceritanya ya padahal yakin bangets belum pernah baca bukunya :p ternyataa ohh ternyataa..

Poskan Komentar