Senin, 17 Maret 2014

Giveaway Hop BBI Anniversary 2014




Yuhuuuuuu, ini adalah kali pertama gue mengadakan giveaway di blog. Nah, giveaway gue ini adalah salah satu dari serangkaian giveaway lain, dalam rangka merayakan hari jadi komunitas Blog Buku Indonesia kita yang tercintah ini tanggal 13 April mendatang. Karena GAnya ada banyak, jadi kesempatan kamu (dan juga gue x3) untuk memenangkan giveaway akan semakin besar. Yaaay~~

Aniway, Happy Anniversary BBI ^^ Semoga makin kece badai kayak member-membernya ^o^

Sekarang mari simak syarat dan ketentuan giveaway ala Cizu :




1) Periode Giveaway berlangsung dari tanggal 16 Maret 2014 - 11 April 2014.
2) Peserta harus berdomisili atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
3) Peserta wajib follow akun twitter @BBI_2011 (bagi yang punya Twitter) atau menyukai akun Fan Page BBI di Facebook Blogger Buku Indonesia. Eh, kalau mau follow hostnya boleh juga loh :P @cizuchan.
4) Hadiah yang tersedia dibagi menjadi 2 kategori. Kategori pertama adalah komentar terbaik, lalu yang kedua adalah rekomendasi terbaik. :D
5) Untuk kategori komentar terbaik, coba jawab pertanyaan berikut yaa. "Jika di dunia ini ada yang namanya Perserikatan Buku Buku (semacam organisasi antar bangsa yang mengurus perbukuan) dan kamu ditunjuk menjadi duta dari Indonesia, apa yang akan kamu lakukan untuk membuat dunia perbukuan lebih baik?"
6) Untuk rekomendasi terbaik, coba rekomendasikan sebuah buku fiksi yang keren banget menurutmu sampai-sampai kamu menganggapnya sebuah masterpiece dunia.
7) Kategori komentar terbaik berhak mendapatkan hadiah buku pilihanmu sendiri senilai maksimal Rp 75.000,- dan kategori rekomendasi terbaik berhak mendapatkan hadiah buku pilihanmu sendiri senilai maksimal Rp 50.000,- Ongkir ditanggung oleh host :D
8) Pemenang akan diumumkan di blog ini tanggal 13 April 2014.

Selamat menjawab teman-teman. :D Semoga beruntung! (*^^*)

Jangan lupa ikutan juga giveaway lainnya, agar dapat makin banyak hadiah~~~

31 komentar:

Amaya Kim mengatakan...

Hi, salam kenal. Baru nih, main ke blogmu. Templatemu supercute :)
Kalau aku jadi duta PBB (Perserikatan Buku-Buku), aku bakal ngadain konsolidasi dulu dengan semua penerbit besar tanah air. Aku akan memastikan bahwa penerbit-penerbit ini memiliki editor-editor yang tidak saja menguasai tata bahasa dengan baik, tapi juga bisa mengendus indikasi "plagiasi" dari penulis-penulis baru yang mengirimkan naskahnya ke penerbit mereka. Lalu, aku akan meminta penerbit-penerbit itu meningkatkan filterisasi naskah-naskah yang akan diloloskan untuk kemudian diterbitkan. Mulai dari kualitas kebahasaan, sampai ide cerita. Ini semua demi perbaikan kualitas literasi tanah air. Buku-buku remaja nggak sekadar teenlit bercerita "kosong", tetapi membelajarkan tentang kehidupan agar para remaja ini bisa memaknai kehidupan masa remajanya dengan sebaik-baiknya. Setelah itu, aku akan mengadakan pembicaraan dengan kementrian yang berkaitan dengan pendidikan, kebudayaan, dan kepemudaan, untuk mendukung bahkan memberi sponsor pergelaran literary award yang lebih banyak. Negara sekecil Jepang saja memiliki 400-an jenis anugerah sastra. Maka Indonesia setidaknya bisa memiliki setengahnya. Meski untuk langkah awal, Indonesia bisa mengadakan satu anugerah sastra setiap bulannya. Jangan hanya satu kali setahun, seperti Khatulistiwa Literary Award. Aku juga akan meminta para menteri tersebut untuk memberi sponsor berupa beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa berprestasi di bidang sastra untuk belajar ke luar negeri dan kembali ke tanah air untuk memajukan dunia literasi tanah air. Jika buku-buku dalam negeri sudah berkualitas, aku akan mengupayakan agar buku-buku kita dapat menginvasi pasar internasional. Mungkin awalnya, Go Asia. Lalu Amerika dan Eropa. Aku juga akan membangun jaringan dengan penerbit luar negeri dan penyelenggara festival atau anugerah sastra bertaraf internasional untuk memberi tempat pada penulis dan karya sastra dalam negeri di sana.
Ih, keren banget ya, kalo sampe kejadian kayak gitu? Tapi aku pasti bakal capek banget, ya? :D

Omong-omong, terima kasih untuk giveawaynya ^_^ Senang bisa berkunjung ke sini.

Untuk rekomendasi, aku punya beberapa sih. Tapi aku mau kasih 2 aja. Sang Alkemis-nya Paulo Coelho dan The Kite Runner-nya Khaled Hossaini. Karya-karya Paulo Coelho adalah paduan wisata teologi dan ajak berkontemplasi dengan pilihan kalimat yang tepat sasaran. Aku rekomendasikan buat yang selalu mencari makna hidup. Sedang karya Khaled Hossaini adalah paduan narasi yang indah dengan kedalaman makna hidup. Setiap adegannya tidak ditulis dengan sia-sia. Cocok untuk orang-orang yang senang merenung.
Selamat membaca! :)

book-admirer.com mengatakan...

Hi Cizu!
Buset, pertanyaannya lumayan berat nih >,<
Tapi baiklah, akan coba dijawab sebaik mungkin deh *tarik napas

Kalau terpilih menjadi duta dari Indonesia untuk Perserikatan Buku Buku, hal pertama yang akan dilakukan adalah memperjuangkan agar toko buku offline tidak hanya didominasi oleh satu nama (pasti tahu dong ya, siapa).
Bukan sirik, bukan sinis. Cuma, sebenarnya ini berhubungan juga dengan penyebaran buku yang kurang merata di daerah-daerah Indonesia.
Sering kan, mendengar teman-teman kita menyumbangkan buku untuk daerah yang kekurangan bahan bacaan? Nah, daripada sekadar menyumbang, kenapa enggak distribusinya diperluas?
Sepanjang pengalaman saya, orang di daerah bukannya kekurangan uang untuk membeli buku, tapi mereka kesulitan AKSES untuk membeli buku.
Jadi, saya mau agar distribusi buku lebih merata, salah satunya dengan mendukung toko-toko buku agar memperluas ekspansi ke seluruh daerah di Indonesia, bukan hanya kota besar.
Kemudian, mempersiapkan semacam Book Road Show. Jadi, akan ada event kumpul pembaca, bazaar buku, temu penulis, setidaknya di setiap Ibukota di Indonesia. Supaya pusat kegiatan tidak hanya di Jakarta.
Nah, sepertinya itu saja sih rencana awal saya. Semoga saja beneran terwujud dan saya terpilih *wink

Untuk buku rekomendasi, nah ini nih yang sulit. Saya enggak tahu Cizu suka buku semacam apa. Tapi, buku yang selalu dan selalu saya suka adalah The Hobbit by J.R.R Tolkien. Sangat wajib dibaca karena Tolkien cerdas memberikan deskripsi, membawa kita ikut bersemangat dalam petualangan yang diceritakan. :D

Zulfa Nurul mengatakan...

Mengharuskan adanya pajak buku. Maksudnya bukan setiap orang yang memiliki buku harus membayar pajak, tapi ada pajak khusus untuk membeli buku. Kalau zakat fitrah kan setahun sekali dengan membayar sejumlah uang atau 2,5 kg beras. Nah ini, setahun sekali harus membayar sejumlah uang atau dengan memberikan setidaknya 10 buku tiap tahun. Lalu buku-buku itu didistribusikan ke wilayah-wilayah yang belum banyak taman bacaan. Setiap negara harus melakasanakan ini, agar tidak ada lagi kebodohan di dunia.

Novel yang menurutku keren sampai saat ini ada dua. Pertama Delirium karya Lauren Oliver. Ceritanya tentang kehidupan yang dibatasi. Sampai-sampai pasangan hidup pun dipilihkan oleh pemerintah.
Kedua Hanif karya Reza Nufa. Buku ini membahas tentang keadaan di Indonesia tentang perilaku masyarakatnya terhadap agama yang berbeda-beda.

nadiahmumtaz mengatakan...

Hai kak! Nadiah Mumtaz disini.
Kalau saya jadi duta buku dari Indonesia, yang saya lakukan untuk memperbaiki perbukuan di Indonesia adalah Pemberantasan Buta Huruf dan membuat Renovasi Perpustakaan Daerah.

Menurut saya, di zaman yang sudah sebegini modern nya, masih banyak anak-anak daerah yang belum bisa membaca. Bagaimana mungkin SDM kita mau berkembang? padahal bisa jadi mereka adalah permata bangsa. Jadi saya akan membentuk organisasi non profit yang volunteer nya mau mengajari membaca anak pedalaman.

Yang kedua yaitu Renovasi Perpustakaan Daerah. Memang, membaca bisa dilakukan dimana saja, tapi akan berbeda rasanya jika kita membaca di perpustakaan. Sekarang sudah cukup banyak perpustakaan kecil yang dibangun perseorangan, namun perpustakaan daerah juga harus berkembang.
Warna dan arsitekturnya harus modern dan menarik, fasilitas seperti Wi-Fi, kantin, harus ada. Buku-bukunya pun harus diperbarui dan memiliki akun jejaring sosial untuk menggaet para remaja agar mau membaca di perpustakaan dan tidak merasa 'kutu buku' atau nggak gaul.

Kalau rekomendasi buku fiksi yang saya suka banget adalah A Wrinkle In Time karya Madeline L'Engle. Buku ini fantastis. Imajinasi kita digoyah habis-habisan. Sangat inspiratif dan ilmiah. TOP.

WML!><

JO VIRGINIA NATALIA mengatakan...

Hello Kak Cizu, ikutan yaaa :D

Ini pertanyaannya modelannya kayak Miss Indonesia xDDD

Jadi, jawaban untuk membuat dunia buku lebih baik lagi, dengan cara menanamkan niat baca kepada setiap anak sejak kecil, kenapa? Karena kalau sudah besar baru disodorin buku bacaan, mau segunung buku pun belum tentu suka. Tapi kalau dari kecil sudah dilatih membaca, pasti besarnya akan suka atau bahkan bisa maniak. Hehehehe.

Buku fiksi yang direkomendasikan adalah, tentu saja Delirium nya Lauren Oliver. Kenapa? Karena buku ini bener-bener membuat aku sampai nggak bisa move on sampai berminggu-minggu. Cerita yang dibuat Lauren Oliver ini membuat aku serasa mengalir di dalam ceritanya. Dan serasa berpetualang sebagai tokoh utama. Dan ketika tokoh utama sedih, atau kecewa, aku bisa merasakan hal yang sama. Intinya, buku ini membuat orang susah move on deh xDD

Ratri Puspita mengatakan...

Jawaban:
1. memberi kesempatan bagi penulis Indonesia bisa menerbitkan bukunya di penerbit internasional
2. mengajukan kerjasama agar buku-buku terbitan luar negeri bisa terbit di Indonesia lewat penerbit lokal agar menekan biaya cetak dan distribusi
3. mengajukan suatu regulasi untuk menekan harga buku luar negeri agar terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia
4. pemberian beasiswa bagi para penulis, pustakawan, penerbit agar bisa mengikuti pendidikan berkaitan dengan minat, bakat, dan pekerjaan yang digelutinya di luar negeri. Supaya menambah pengetahuan dan memperluas cakrawala serta posisi tawarnya di dunia literasi
5. Mempersempit ruang lingkup pembajakan buku dengan memberi harga yang terjangkau untuk buku made-in Indonesia atau made-in negara di dunia dengan peraturan yang jelas & tegas
6. Pemberlakuan subsidi bagi anak-anak kurang mampu dan sekolah yang perlu dibantu untuk kepemilikan pustaka
7. Penambahan koleksi perpustakaan dengan kerjasama dengan berbagai penerbit dalam dan luar negeri
8. Mengadakan workshop atau seminar peningkatan minat baca
9. Mengadakan workshop atau seminar tentang bahan pembuatan buku cetak ramah lingkungan
10. Mengadakan workshop atau seminar atau sosialisasi bentuk buku selain model cetak > kindle reader
11. Merekomendasikan agar penerbit, penulis, perpustakaan di Indonesia bisa menjadi peserta aktif book fair tingkat dunia
12. Merekomendasikan Indonesia sebagai tuan rumah book fair, writers-publishers festival
13. Menjalankan program "satu buku untukmu" di mana satu orang menghadiahkan buku koleksinya kepada teman-teman yang tak mampu beli buku. Teman-temannya harus worldwide dan nggak kenal sebelumnya, agar motivasi si pemberi benar-benar tulus.

rekomendasikan sebuah buku fiksi yang keren banget sampai-sampai dianggap sebuah masterpiece dunia.
> Kalau dibilang masterpiece dunia belum tahu ya, tapi bagus kok karena penulisnya bener-bener melakukan riset detail untuk karyanya
> The Truth of the Line - Melanie V Taylor
> Udah ada kok di bookdepository dan reviewnya di GR.

Mita Oktavia mengatakan...

Hallo kakak! Salam kenal ya ^^


Kalo saya yang jadi duta perbukuan langkah awal yang akan saya lakukan mungkin memperjuangkan agar buku dapat dengan mudah didapatkan. Entah dibagikan secara gratis atau harganya diperjuangkan untuk diturunkan semurah mungkin. Ini adalah cara untuk menarik minat orang-orang.

Alasan klasik yang bikin saya (dan sebagian besar orang) mempertimbangkan untuk membeli buku adalah yang pertama mikir harganya, terutama mungkin bagi para pelajar yang masih berkantong pas-pasan. Sebuah buku tuh udah tergolong mahal banget etapi gatau ya uang jajan anak jaman sekarang lebih gede apa nggak karena jamannya aja udah canggih banget yakali duit juga udah secanggih gadget xD

Terus juga kalau ada yang mau baca gratis ngadelin perpustakaan masih minim banget yang memadai, pertama karena buku-bukunya juga nggak up to date jadi bikin males orang-orang buat baca.. Yang kedua kesan 'kutu buku' kalau suka ke perpustakaan masih aja berlaku. Padahal kan perpustakaan itu tempat yang asik buat nongkrong selain bisa baca buku, nambah pengetahuan, barangkali bisa diskusi bareng juga dengan catatan nggak mengganggu kenyamanan pengunjung yang lain juga.

Terus sosialisasiin ke anak-anak usia dini agar gemar membaca, disodorin buku-buku bacaan dongeng gitu. Atau diceritain cerita dongeng dan cerita rakyat gitu, pas udah mereka tertarik kan udah pasti bakal ada kemauan untuk tahu lebih jauh dan pada akhirnya mereka akan baca.

Buku rekomendasi sih,
kakak udah baca The Fault In Our Stars- Jhon Green?
Itu buku rekomen banget deh! genrenya sih Young-Adult tapi ceritanya nggak kalah seru. Emang sih secara garis besar cuma cerita tentang penderita kanker aja tapi di buku itu nggak melulu cerita soal kemalangan luar biasa tapi ada kisah cinta, perjuangan, dan sedikit banyak filosofi yang bisa diambil dari buku itu pun ada. TFIOS juga bakal ada filmnya loh ka :D

terus ada juga serial Shopaholic nya Sophie Kinsella juga bagus, genrenya chicklit gitu. Seru baca kisah hidupnya si Becky

Terus Delirium juga bagus, tipe-tipenya sih sama kayak TFIOS tapi beda, kalo delirium dia lebih kearah fantasi kalo TFIOS lebih ke romance-inspiratif.. :3

@Oktaviamithaa

adin dilla mengatakan...

Andai-Andai:

Kalau saya jadi duta dari Indonesia untuk Perserikatan Buku Buku, yang akan saya lakukan adalah membuat Perpustakaan Indonesia Dunia (PID) paling besar, paling lengkap se-Indonesia dengan koleksi literatur Dunia. Harapannya, penulis di Indonesia bisa memiliki referensi yang baik untuk karyanya. Saya jadi ingat pendapat Bernard Batubara (penulis novel Cinta.) mengenai penulis Indonesia yang kali ini fenomenalnya adalah karyanya kurang kreatif / ceritanya itu-itu melulu. Menurutnya, berbeda sekali dengan novel yang ia baca dari penulis luar negeri. Terkesannya, penulis Indonesia hanya diburu-buru menerbitkan buku tanpa melihat kualitas. Dengan PID ini, penulis Indonesia akan melek dengan kekurangan dalam karya-karyanya. Efek jangka panjangnya, akan banyak karya-karya penulis indonesia yang akan masuk kancah internasional. Dan bukan tidak mungkin, penulis indonesia dengan karya terbaiknya akan memenangkan penghargaan bergengsi di Internasional seperti Nobel.

PID juga bisa menjadi fasilitas terbaik untuk mereka yang ingin menjadi penulis. Bibit inilah yang akan penjadi 'Pejuang Buku Indonesia' berikutnya.

Rekomendasinya :
5 cm karya Donny Dhirgantoro. Ini novel yang bikin jantung naik turun penuh haru dan renungan. Dunia perlu mengetahui Indonesia lewat Gunung Semeru. Mantap

Dian S. Putu Amijaya mengatakan...

Hai Mbak, ikutan GA nya ya?
Oke, kalau aku jadi duta buku dari Indonesia, aku akan mendirikan Lembaga untuk melindungi kesejahteraan para penulis tenar jaman dulu kayak N.H Dini yang kabarnya tergolek sakit tanpa bisa mendapatkan pengobatan layak.
Lalu, aku akan memperkenalkan buku-buku karya kita ke kancah dunia, termasuk novel lawas kayak layar berkembang, dsb.
Juga mengadakan berbagai bimbingan menulis gratis dan pemberian beasiswa bagi penulis berbakat. Atau memberikan biaya untuk pengadaan riset atau perjalanan untuk menyusun sebuah buku yang menarik.

Fiksi yang menarik untukku karya-karya penulis lokal. Aku sebenarnya juga menyukai penulis luar, namun aku lebih condong ke lokal. Dan, novel yang menurutku master piece sih Notasi karya Morra Quatro. Novel ini nggak cuma menceritakan sisi cinta yang tak manis tapi menancap di dalam hati. Ada sisi nasionalis yang juga ingin dibagi kepada pembaca, membuat pembaca ketularan rasa nasionalis untuk semakin cinta Indonesia juga paham seperti apa Indonesia jaman dulu.

@DeeLaluna

rara somerhalder mengatakan...

Jika di dunia ini ada yang namanya Perserikatan Buku Buku (semacam organisasi antar bangsa yang mengurus perbukuan) dan kamu ditunjuk menjadi duta dari Indonesia, apa yang akan kamu lakukan untuk membuat dunia perbukuan lebih baik?"

Saya suka banget sama buku,malah kepikiran buat perpustakaan,jadi kalo saya jadi duta perserikatan buku buku hal yang akan saya lakukan adalah membuat perpustakaan gratis di setiap desa,berlebihan memang,tapi dengan adanya fasilitas tidak mungkin tidak ada orang yang tidak tertarik,dari 1 atau 2 orang yg mencoba membaca pasti akan membuat yang lainya penasaran dan mencoba membaca juga,membuat orang lebih pintar dengan membaca adalah kebanggan tersendiri.

Buku rekomendasi :
A Walk To Remember karya Nicholas Sparks
Buku yang sangat menyentuh tentang wanita yang bertahan hidup dr penyakitnya
Semua karya JK. Rowling
Wow..itu kata yang di ucapkan kalo dah selese baca bukunya Rowling,genre fantasy yang buat kita tertarik masuk ke dalam bukunya,merasakan ketegangan tokoh di dalamnya,keren !!

Tammy Rahmasari mengatakan...

Halo, Ciz... ini pertanyaannya berat beud. Tapi coba meramaikan deh, kalo kepilih juga bersyukur banget XD

Kalo aku jadi duta Perserikatan Buku Buku, pertama mau memberikan agenda untuk membaca karya sastra dalam negeri untuk tingkat anak sekolah. Karena beberapa hari lalu, aku lihat salah satu tweet dari selebtwit di Twitter yang intinya mengatakan bahwa bacaan wajib yang seharusnya ditugaskan di sekolah itu tidak ada (atau nol), jadi sepantasnya sebagai Bangsa Indonesia, kita juga harus menghargai karya bangsanya sendiri. Salah satunya karya sastra dalam negeri.

Selain itu, aku ingin mengajukan subsidi untuk harga buku! XD
Karena menurut aku bukan bahan bakar saja yang pantas untuk disubsidi. Buku adalah makanan otak yang berisi pengetahuan yang harus juga dikonsumsi oleh seluruh rakyat Indonesia.

Untuk buku rekomendasi, coba baca The Bartimaeus Trilogy deh. Keren bukunya, sampe bikin aku susah move on ke bacaan lain :D

Adelia Ayu mengatakan...

Kalau saya terpilih jadi duta dari Indonesia untuk PBB, saya akan menjalankan beberapa program rencana, diantaranya;
1) Saya akan beri perintah untuk dinas pendidikan, untuk memberitahu ke semua sekolahan di Indonesia, bahwa setiap 15/30 menit sebelum bel masuk, siswa dan siswi wajib sudah datang dan membaca buku, dan guru harus selalu mendampingi, agar siswa siswinya tidak berusaha "mencuri" menggosip. Itu bisa menjadikan calon generasi penerus bangsa kebiasaan membaca buku. Buku jendela dunia, right?

2) Saya akan berusaha meminimalisir terbitnya buku kertas. Kenapa? Karena selain peduli dengan buku, kita juga harus peduli dengan lingkungan. Duta Perserikatan Buku Buku juga harus peduli lingkungan kan? Coba bayangkan, kalau buku kertas terus menerus dicetak, pohon tiap hari ditebang, lalu generasi penerus kita mau dikasih pohon apa? Apa kita tega mereka nanti jadi kekurangan peneduh dan bencana alam seperti; banjir, dan tanah longsor terus menerus menghampiri generasi penerus kita kalau pohon selalu ditebangi? Usahakan mendominasi buku elektronik, selain hemat dan mudah dibawa ke mana-mana, juga menjaga pohon Indonesia. Kalau bangsa kita nyaman, globalisasi berkurang, kita membaca buku juga jadi nyaman kan?

3) Saya juga akan meminimalisir adanya pembajakan buku di internet. Hei, penulis juga punya hak. Jangan remehkan hak penulis. Jangan coba-coba melakukan pembajakan. Mungkin, saya akan bekerja keras dengan internet, agar bisa melacak kalau ada orang yang melakukan pembajakan buku di internet langsung lapor ke PBB, dan akan ditindaklanjuti.

4) Saya akan mengirimkan banyak guru dongeng ke wilayah wilayah terpencil, agar mereka juga kebiasaan berkutat dengan buku.

Mungkin itu saja.
Dan untuk rekomendasi buku fiksi, coba baca obsesi series nya Lexie Xu. Best fiction deh pokoknya. Banyak kejadian yang tidak terduga, tapi masih masuk akal. :)

ikah mengatakan...

Kalau aku jadi wakil di Perserikatan Buku-Buku, hal yang paling urgent buat bangsa kita adalah membudayakan kebiasaan membaca. Paling inget banget sama cerita guru SMA dulu kalau tingkat membaca anak SMA sekarang semakin turun. Makanya, prihatin banget melihat anak zaman sekarang yang ga tau siapa itu Hamka, Pramoedya, STA, dll.
Langkah yg bisa diambil salah satunya adalah membuat fasilitas membaca yang mendukung dan mudah dijangkau. Dan ga lupa juga contoh dan keteladanan dari orang-orang yang dihormati di keluarga maupun masyarakat. Kalau bisa reward buku dari acara-acara kayak K*** Andy juga ditiru banyak program lain agar kampanye membaca semakin meluas.

Buku yang mau aku rekomendasikan berkaitan adalah salah satu karya sastra jadul yang mungkin sekarang jarang dilirik orang. Judulnya Para Priyayi - Umar Kayam. Buku ini penuh dengan hal yang kusuka, sejarah, budaya, konflik sosial, dan menjadi bahan pembicaraan yang asyik.

Lina mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Lina mengatakan...

Sis, lupa mencantumkan data diri.

Nama: Lina Riyanty
Email: lina.riyanty@gmail.com
Seandainya aku menjadi duta perserikatan buku-buku, aku akan:
1. Untuk pemerintah: Menumbuhkan minat baca sejak dini pada anak-anak. Buat kegiatan membaca itu menyenangkan (ini mungkin tergantung buku bacaannya yah). Karena percuma juga kalau punya dana untuk membeli buku tapi justru minat bacanya rendah. Selain itu perbanyak perpustakaan dengan disain yang menarik. Yang pasti semua dimulai dari sekolah. Biasakan ada program membaca 1 buku penuh setiap 2 minggu dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

2. Untuk para seller buku: Distribusi buku murah & terjangkau. Ini kebalikan nomor 1, minat baca ada tapi bacaan susah diperoleh. Selain itu, harga buku juga harus terjangkau, jadi banyak orang bisa beli.

3. Untuk penerbit: Perbaiki kualitas buku-buku terbitan lokal. Buat cerita yang bermutu, pekerjakan editor yang mumpuni jadi jangan sampai ada istilah EYD salah atau banjir typo. Editor juga harus pintar memberi masukan kepada penulis terkait jalan ceritanya. Untuk buku terjemahan: Perbaiki kualitas penerjemah. Karena penerjemah juga harus isa bercerita, jangan sampai terjemahannya menghilangkan esensi asli.

4. Untuk pembaca: Jadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup.

Untuk rekomendasi: Karena kulihat Cizu juga termasuk omni reader, kusarankan baca Palace of Illusionnya Divakaruni, itu temanya feminist dan filsafat, hehehe dan The Hobbitnya J.R.R Tolkien kalau suka fantasy.

astri nardi mengatakan...

Makasih kak buat kesempatan Giveawaynya ^^
Nama: Astri Nardi
Email : astri.nardi@gmail.com
Twitter : @astri_nardi
Link Share Twitter : https://mobile.twitter.com/astri_nardi/status/446713248167907328?screen_name=astri_nardi
Jawaban:
A. Kalau saya menjadi seorang duta buku, saya akan menggalakan dan menularkan minat baca kepada seluruh rakyat indonesia, bahkan sampai ke pedalaman. Namun, saya akan memberantas dahulu yang namanya buta huruf agar rakyay indonesia bisa menikmati asyiknya membaca.
Saya akan memberikan dana bantuan sekolah gratis bagi yang kurang mampu dan membuat perpustakaan umum yang mempunyai koleksi buku yang lengkap.
Setiap bulan saya akan pantau perkembangan pengunjung perpustakaan2 tersebut dan memberikan penyuluhan dalam mengkategorikan umur pembaca untuk buku2 yg ada, jd anak2 akan membaca buku sesuai umurnya.
Setiap tahun saya akan memberikan penghargaan bagi pengunjung perpustakaan yang terbanyak sehingga daerah lain akan semakin bersemangat untuk hobi membaca.

B. Buku yang menurut saya sangat bagus dan akan saya rekomendasikan kepada kakak adalah :
The Christmas Shoes, buku ini sangat mengharukan dan memberikan kita pelajaran hidup yang sangat berharga, ga bakal nyesel abis baca ini dan siapin tissue.. karena adegan sedihnya juga ada ...
Ini link reviewnya jika kakak penasaran sm bukunya : ^^ http://charleschristian.wordpress.com/2010/08/18/pelajaran-dari-novel-the-christmas-shoes/

Olive. mengatakan...

Hai, salam kenal ya :)

Kalau aku ikut jadi anggota perserikatan tentang buku gitu dan jadi dutanya, aku bakal lebih menggalakan agar anak-anak daerah terpencil bisa lebih dipasok dalam bacaan yang berbobot.. selain itu aku juga akan lebih mencari dan melakukan riset mengenai cara mengurangi kertas dan mendaur ulangnya dan mungkin menggalakan pembacaan e-book :D

Ada juga program bagi para orang yang cacat, agar diberi kemudahan mengenai akses baca yang selama ini kelihatannya susah untuk didapatkan..

Itu aja, kalau kebanyakan nanti hanya janji semata :p

Untuk buku rekomendasi, aku rekomendasiin "The Fault In Our Stars"- John Green.. Aku baca terjemahannya sih.. Tentang penyandang kanker yang memiliki impian untuk bertemu penulis buku favoritnya.. Aku udah baca 2 kali dan gak bosen-bosen :') Bentar lagi ada filmnya..

@OliviaNirjana

Makasih atas GAnya ya :)

F Juni Ismarianto mengatakan...

Andai aku jadi duta buku aku akan... Sejujurnya aku tak tahu akan melakukan apa. Itu tanggung jawab besar. Dan aku jarang mendapatkan kesempatan itu. Kesempatan besar, maksudku. Yang pertama terpikirkan olehku adalah mengadakan seminar, mengajak orang-orang mencintai dunia literasi. Tapi aku tahu tidak banyak orang tertarik mengikuti seminar. Orang-orang yang ikut seminar pun kadang niatnya juga cuman setengah-setengah, sehingga saat serangan kantuk tiba... Tunggu dulu. Aku rasa aku tahu.

Aku akan mengajak kerjasama departemen kementerian pendidikan. Lalu mengusulkan "Membaca Karya Sastra" untuk dimasukkan ke dalam kurikulum. Di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Rusia, bahkan negara tetangga kita, Singapura, mewajibkan muridnya membaca karya sastra. Sebab mereka tahu, membaca adalah kebiasaan untuk mencerdaskan bangsa. Dan bila sebuah negara rata-rata penduduk cerdasnya banyak maka... Yah, kita bisa menebak hal ini akan mengarah kemana bukan? ;)

Aku rasa cukup satu hal itu. Satu hal yang termasuk sulit dilakukan dengan kondisi masyarakat yang seperti sekarang ini: salah satu contohnya menganggap membaca itu kegiatan tak produktif, tak menghasilkan uang sama sekali. Oh dan tentu saja akan diusahakan dana untuk pembelian buku-buku sastra. Kalau perlu bekerja sama dengan penerbit-penerbit Indonesia, yang mana menerbitkan karya sastra anak-anak Indonesia.

Menjadi duta atau tidak, aku berharap semoga nanti di dunia pendidikan Indonesia, ada kurikulum di mana para siswa diwajibkan untuk membaca buku-buku sastra. Toh buku-buku sastra Indonesia juga tak kalah oke dengan buku sastra karya penulis mancanegara.

Untuk rekomendasi buku keren, aku merekomendasikan Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Yang baru kemarin aku ganjar dengan nilai sempurna. Novel itu bertema kemanusiaan, dengan membawa pertanyaan yang sering dipertanyakan manusia, "Apakah kebebasan itu ada? Atau hanya ilusi manusia saja untuk menghidupkan harapan mereka?" Lewat dua karakter yang tak biasa, penulis membingkai kisah dua orang yang ingin terlepas dari kepungan aturan-aturan masyarakat: sosial, hukum, agama, dan seterusnya. Dan jangan tercengang ketika mendapati bahwa dunia nyata, di masa apa pun, adalah dystopia yang sebenarnya.

salam,
@FJrean

Nurul Jamil mengatakan...

ikutan mbak,

Jika di dunia ini ada yang namanya Perserikatan Buku Buku (semacam organisasi antar bangsa yang mengurus perbukuan) dan kamu ditunjuk menjadi duta dari Indonesia, apa yang akan kamu lakukan untuk membuat dunia perbukuan lebih baik?

well, karena ini adalah organisasi internasional, maka saya sebagai dubesnya akan melakukan proyek kerjasama dengan berbagai media dunia untuk mempromosikan buku karya anak bangsa. seperti memfilemkan buku karangan anak bangsa di hollywood, melakukan bedah karya antar penulis bestseller dunia, dan melakukan banyak event dunia yang membuktikan kalau indonesia bisa!.

sementara dari dalam negeri, saya akan memperbaiki taraf hidup para penulis, sehingga tidak ada lagi yang ragu untuk terjun kedunia penulis karena rumor bahwa dunia kepenulisan itu tidak menjanjikan. selain itu, saya akan lebih memproduktivitaskan e-book biar hemat kertas, go green :D

kalau buku fiksi yang aku saranin sih, erec rex, ini memang rada-rada mirip sama harry potter, tentang dunia goib gitu :D tapi kalau dibaca pasti sependapat dengan saya, karena setiap penggambaran suasananya itu detail, jadi kita bisa menghayal lebih tinggi.

makasih kak :D
@mutmainnahJ

Dian Maharani mengatakan...

Kalau aku jadi Duta Indonesia dari Perserikatan Buku Buku, hal yang pertama muncul dalam pikiranku adalah mengadakan event seperti "Bazar Buku Akbar" untuk berbagai jenis buku dari berbagai pengarang buku di dunia ini. Jadi, seperti Piala Dunia yang dibawa keliling dunia, begitupun dengan Bazar Buku ini. Nantinya, tiap negara akan diwakili oleh beberapa tim yang akan mengenalkan buku-buku, baik bestseller maupun yang baru terbit, di negara yang sedang dikunjungi. Karena ini bazar, tentunya harga yang ditawarkan murah sesuai dengan mata uang negara yang dikunjungi. Selain itu, juga akan ada event meet & greet penulis dunia *Bayanginnya bikin merinding euyy*
Untuk setiap kota besar di tiap negara, pihak kami *ihirrr* akan mewajibkan kota pada negara tersebut mempunyai paling tidak satu perpustakaan 24 jam. Mengapa? Hal ini mungkin akan berguna bagi mereka yang bekerja disiang hari dan mengikuti kuliah dimalam hari untuk mencari referensi penting yang mungkin tidak diketahui mbak google. Sama seperti perpustakaan lainnya, anggota perpustakaan ini wajib menjadi member jika ingin menjadi anggota, dan satu modal penting yang harus dimiliki, yaitu keberanian :p hehehe
Untuk Indonesia sendiri, aku akan memberikan kewajiban kepada tiap sekolah memiliki satu buah perpustakaan aktif dengan berbagai jenis buku. Perpustakaan ini tidak hanya memiliki buku pelajaran, tapi juga memiliki buku jenis lain seperti misalnya novel, buku memasak, buku tutorial, dll. Selain itu, aku juga akan memberikan kewajiban kepada perpustakaan sekolah agar memiliki pengunjung perpustakaannya minimal lima puluh (50) orang per harinya. Hal ini dilakukan agar perpustakaan sekolah itu tetap "hidup" dan bukan hanya tempat guru menyerahkan murid-muridnya pada jam kosong *pengalaman pribadi*

Aku mau merekomendasikan Infinitely Yours by Orizuka. Ceritanya tentang travelling antara 2 orang berbeda kepribadian. Ceritanya memang ringan, sederhana dan mudah ditebak, tapi aku sendiri sampai baca berkali-kali. Karena memang, bahasa mbak Ori yang luwes dan terkadang buat aku speechless :x hehehe

*makasih mbak, udah bikin aku berkhayal menjadi Duta Indonesia untuk "PBB" hehehe :') Wish me luck o:)

FennyHerawatiYusuf mengatakan...

Berat banget pertanyaannya nih, bikin mikir panjang..

Kalau jadi duta Indonesia untuk PBB, hal simpel yang mau aku lakukan adalah menggalakkan pembacaan buku-buku nonfiksi. Kenapa, soalnya anak-anak jaman sekarang (termasuk gue) lebih suka baca novel daripada baca buku sejarah dan PKN, apalagi buku Fisika dan Kimia. Fiksi bisa dinikmati semua kalangan, sedangkan Nonfiksi biasanya dinikmati kalangan tertentu, nah inilah yang mau gue ubah. #ngelanturkemanamana

Untuk pertanyaan kedua, aku nggak bisa jawab karena buku fiksi itu macem-macem genrenya dan gak mungkin sebuah buku bisa mencakup semua genre. Terlalu banyak buku fiksi yang bisa dibilang masterpiece tergantung apa yang kamu cari dan pertimbangkan bagi pribadi kamu (genre, cerita yang paling menyentuh, yang paling mengguncang, yang membuat orang berubah, dll), sehingga 'sebuah' aja itu nggaklah cukup.

sari widiarti mengatakan...

Udah follow twitter dan like fp

kalau aku jadi duta, aku akan membuat program satu hari satu cerita yang dikhususkan untuk pelajar. Jadi ya setiap pagi sebelum pelajaran dimulai setiap siswa maju ke depan untuk menceritakan kembali yang sudah ia baca. Setelah itu, setiap siswa membuat semacam laporan tentang cerita yang telah diceritakan kembali oleh temannya yang maju di depan kelas. Jadi gak hanya melatih siswa untuk membaca, tetapi sekaligus melatih siswa tampil di depan, bercerita secara runut, dan menambah daya tangkap dengan menulis apa yang telah diceritakan oleh temannya.


aku pilih Madre karangan Dee merupakan buku masterpiece, ceritanya sederhana, gak terlalu picisan, tapi detail cerita mantap banget, aku bahkan sudah bisa membayangkan bagaimana aroma roti yang dihasilkan oleh Madre, emosi saat membuat Madre dan lain - lain.
Terbius akan Madre ^_^


@MentionSari

Lita Andriana mengatakan...

@Litaa_FAN

membagikan buku secara gratis untuk semua orang.. dan menyelenggarkan kompetensi resensi sedunia..

Lita Andriana mengatakan...

yang menang boleh beli buku yang diinginkan sepuasnya

Diana Florentina mengatakan...

Jika aku menjadi Duta Perserikata Buu Buku dari Indonseia, ada beberapa hal yang akan aku lakukan. Hal pertama yang akan aku lakukan adalah membuat suatu kerjasama dengan negera lain, supaya Indonesia dapat mengimpor buku dari negara lain, maupun mengekspor buku ke negara lain. Hal tersebut bertujuan supaya sita dapat saling bertukar ilmu dan tentunya menambah pengetahuan.
Kedua, aku bakalan mengadakan seminar gratis bagi masyarakat Indonesia, terutama remaja dan anak-anak. Seminar tersebut berhubungan dengan buku, supaya rakyat Indonesia sadar akan pentingnya membaca buku dan bagi anak-anak maupun remaja, diharapkan agar menanamkan minat baca sejak dini. Mulai dari Indonesia lalu berunding dengan Duta dari negara lain supaya dapat menumbuh kembangkan minat baca sejak dini.
Yang ketiga yaitu mengajarkan kepada orang-orang yang bermimpi menjadi seorang penulis supaya dapat menghasilkan sebuah karya dalam bentuk buku yang baik. Jadi, buku Indonesia yang akan beredar di pasaran bukanlah buku sembarangan. Selai itu juga supaya sastra Indonesia tidak dianggap remeh oleh negara lain.
Dan hal terakhir yang akan kulakukan adalah menyediakan toko buku ataupun perpustakaan yang mampu menyediakan buku yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Untuk buku rekomendasi, aku merekomendasika novel fiksi dari Ken Terate yang berjudul "57 Detik" buku itu menceritakan tentang gempa di Yogyakarta. Banyak pesan moral yang dapat kita petik dari buku tersebut.

Terimakasih untuk GAnya :)

dweedy ananta mengatakan...

Halo Cizu aku ikutan ya ^^

Seandainya saya yang menjadi duta di Indonesia, yang pertama saya lakukan adalah membenahi fasilitas perpustakaan daerah dan kota di seluruh Indonesia. Saya ingin perpustakaan daerah dan kota itu tidak lagi suram dan buku-buku koleksinya selalu terupdate, juga perpustakaan itu akan dibuat senyaman mungkin sehingga orang-orang betah berlama-lama membaca di sana. Kedua saya ingin harga buku di Indonesia di turunkan, kalau bisa disubsidi oleh pemerintah. Sehingga orang-orang dari berbagai tingkat ekonomi dapat membeli buku. Ketiga saya akan mengajak kerjasama penerbit di seluruh dunia, agar buku-buku luar yang kece-kece dapat di terjemahkan dan diterbitkan di Indonesia. Untuk sebentara, tiga hal itu dulu yang akan saya lakukan, selain terus berkampanye untuk gemar membaca tentunya~ ^^

Untuk rekomendasi buku, aku mau rekomendasikan buku anak-anak dari seorang pengarang buku anak-anak favoritku, Kate DiCamillo... buku itu adalah The Miracle Journey of Edward Tullane. Buku itu tidak hanya pantas dibaca oleh anak-anak, tetapi juga pantas di baca oleh orang dewasa karena mengandung nilai yang amat dalam dan tentunya ilustrasinya sangat cantik ^^

dwi ananta
tobowbow@gmail.com

Mawar Hs mengatakan...

a. Membuat program "ribuan perpustakaan", membuat perpustakaan di setiap daerah yang belum ada perpustakaan untuk umum sama sekali dari sabang sampai merauke entah itu perpustakaan berdiri sendiri atau dikelola oleh sekolah, bekerja sama dengan pemerintah, organisasi2, penerbit, perusahaan, masyarakat untuk menyebarkan luaskan tentang program "ribuan perpustakaan" dan menggalang dana bergiliran di tiap2 kota, semua bisa memberikan sumbangan baik berupa buku layak baca maupun uang. Mengiklankan program ini di radio, tv, koran, majalah dan media lainnya, menggandeng para blogger untuk menyebarkan program ini lewat blog mereka, facebook, twitter dan media sosial lainnya. Dan pastinya membuat website tentang "ribuan perpustakaan" jadi siapapun akan mudah mendapatkan informasi tentang program ini, baik informasi alamat pengiriman sumbangan buku layak baca-nya ato lain-lainnya
Bekerja sama dengan kantor pos untuk membuka drop box buku layak baca di setiap kantornya yang setiap sebulan sekali akan dikumpulkan dan dikirim ke kantor "ribuan perpustakaan" sehingga orang yang ingin menyumbang buku layak baca tidak malas karena terhalang oleh biaya ongkir :)
Berkerja sama dengan setiap sekolah untuk mensukseskan program ini agar setiap murid di sekolah Indonesia menyadari betapa asyiknya membaca :) dan menimbulkan kesadaran mereka untuk membaca
b. Harry Potter buku fantasi ini menurutku masih belum ada tandingannya di dunia :)

@goodenoughoks

Jiah Al Jafara mengatakan...

Halo, ikutan yaaa
Duta Perserikatan Buku2, saya akan ke pelosok2 negeri utk membagikan buku geratis biar semua bs baca #KayaKayaAja :D
Rekomendasi, novel X karena menarik dan berbeda dg novel2 lain. Byk halyg bs kita petik dr sini

Qamara Putri mengatakan...

Nama: Qamara Putri
Email: rarasheryl@yahoo.co.id
Twitter: @QamaraPutri
Link share: https://twitter.com/QamaraPutri/status/453896386426052610

1. Kalau ada PBB (Perserikatan Buku Buku) dan saya ditunjuk sebagai duta dari Indonesia, hal yang akan saya lakukan untuk menciptakan dunia perbukuan yang lebih baik adalah:
- Mengusahakan agar buku dapat dengan mudah didapatkan oleh berbagai kalangan masyakarat
- Membangun minimal 3 perpustakaan yang memadai di setiap kabupaten serta menggalakkan perpustakaan keliling secara rutin
- Membangun minimal 1 toko buku di setiap kabupaten (di kabupaten saya belum ada toko buku yang lengkap seperti gramedia)
- Mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan minat baca masyarakat
- Memberantas buta huruf agar buku dapat dinikmati semua masyarakat
- Memberikan tempat yang memadai untuk penulis lokal agar bisa berkarya dengan maksimal
- Meminimalisir aksi pembajakan buku
- Mengadakan kerja sama dengan luar negeri untuk melakukan kolaborasi antara penulis lokal dan penulis luar negeri
- Membukukan film-film yang banyak diminati masyarakat
- Merekomendasikan Indonesia sebagai tuan rumah book fair, writers-publisher festival
- Memberi subsidi buku untuk anak-anak yang kurang mampu

2. Untuk rekomendasi buku, saya ingin kakak membaca buku Truth or Dare karya Rons Imawan dkk. Buku ini sangat bagus karena meskipun ditulis oleh 16 penulis yang berbeda, masing-masing cerita memiliki kesan yang akan sulit dilupakan. Setiap cerpen memiliki beragam genre (romance, misteri, action) yang dikemas secara apik serta memuat unsur permainan "Truth or Dare" di dalamnya. Sedikit cerita, pertama saya ingin membeli buku ini adalah karena tampilan cover yang meyakinkan saya bahwa novel ini bergenre horor, ditambah lagi sinopsis yang menegangkan. Rons Imawan yang nyatanya adalah seorang penulis novel dengan genre komedi dan tukang ngocol di twitter (@WOWKonyol) tiba-tiba menerbitkan novel yang saya kira bergenre horor membuat saya meremehkan penasaran dengan karyanya. Meskipun genre dalam novel ini tidak sesuai dengan harapan, saya sama sekali tidak kecewa membeli novel ini. Saya ingin kamu juga membacanya :) Semoga diterima :D

Peri Hutan mengatakan...

halo cizu, makasih ya giveawaynya :)

Kalo aku jadi duta buku yang aku lakukan adalah pertama kali adalah meningkatkan minat baca. Kalau ingin melakukan perubahan yang besar bisa dimulai dari yang kecil dulu kan? :D. Meningkatkan minat baca ini bisa dilakukan dengan cara mengajak, mendorong masayarakat untuk menjadikan baca menjadi hobi yang menyenangkan, terserah buku apa yang dibaca yang penting baca. Bisa koran, majalah, komik sampai nantinya melirik novel. Sedikit demi sedikit nanti bisa jadi besar :)
Langkah kedua setelah langkah pertama terealisasi adalah menyediakan buku murah, kalau minat baca nggak didukung dengan adanya buku murah itu sama aja dengan percuma karena masayarakat kita masih banyak yang menegah kebawah dan nggak semua orang bisa beli buku, lebih penting makan daripada baca jadi sebisa mungkin harga buku jangan mahal-mahal.
Ketiga adalah mensuplai buku-buku ke perpustakaan daerah di seluruh Indonesia, biar merata, biar adil, biar semua bisa merasakan membaca buku-buku keren dan terbaru, jangan hanya di wilayah ibukota saja, yang daerah juga membutuhkan bacaan yang bervariasi dan berkualitas serta murah tadi, nggak perlu membayar karena masyarakat kita masih jauh dari mandiri membeli buku.

Udah tiga langkah itu dulu kalau aku sebagai duta buku, tiga langkah yang paling penting untuk emmajukan dunia perbukuan. Dunia perbukuan nggak akan maju kalau nggak ada orang yang membaca buku :D

Sedangkan buku yang ingin aku rekomendasikan adalah Memori - Windryramadhina. Salah satu buku favorit sepanjang masa, setiap tahun aku ada ritual baca ulang :)
Alasannya, tema ceritanya yang aku suka banget yaitu tentang keluarga, tentang memaafkan, tentang menerima dan menjalani hidup yang baru. Karakternya juga sangat melekat, tak terlupakan. Dan dibaca berkali -kali pun aku nggak pernah bosan :)

Sasa Isnara mengatakan...

Happy Birthday BBI :*
Ikutan ya Mbak cizu ;) *semoga saya beruntung*

Jika saya dipilih menjadi duta yang mewakili seluruh booklovers *apadah bahasanya hihi* saya akan membuat minat baca itu tinggi. Soalnya di Indonesia, hampir semua rakyatnya malas membaca buku, kalaupun rajin yang dibaca hanya sejenis karangan fiksi. Bagaimana cara membuat minat tinggi? Nah! Rajin membaca itu dipupuk sejak dini, karena anak-anak suka buku yang ada gambarnya, saya akan menambahkan buku kualitas baik (untuk masing-masing kategori usia yang isinya itu bermanfaat), selain karangan fiksi saya akan membuat buku pelajaran mereka juga pake gambar (seperti di Jepang) terliat menarik bukan? Kedua, saya akan mengirim pasukan(?) ke daerah-daerah pelosok yang minim toko buku untuk mengirim beberapa dus buku, terus di sekolah saya akan buat wajib membaca 30 menit sebelum pelajaran dimulai. Bekerja sama dengan negara lain adu pengetahuan tentang buku yang berhadiah *pasti banyak yang minat:D hehe

Rekomendasi buku Celebrity Wedding - AliaZalea, Memori - Windry, Meragu - Indah hanaco
The 5 Wave, The Cuckoo's Calling, kalau ini buku fantasy kak :)
Semoga suka kak :))
Nama: Sasa Isnara
Email: sasaisnara@gmail.com
Twitter: @supernovaD_

Posting Komentar