Sabtu, 03 Januari 2015

[Review] Lovefool



Judul buku : Lovefool
Penulis : Petronela Putri, R. Kurniadi
Harga : Rp 32.000,-
Halaman : 180
Terbit : Februari 2013
Penerbit : Media Pressindo


Blurb : 

Sephia hanya iseng saat mengabadikan momen perpisahan Mike dan Gabby. Ia tidak mengira Mike akan senekad itu demi mengenal dirinya. Sejak itu Sephia dan Mike melalui hari-hari mereka dengan kebersamaan, tanpa menyadari Gabby yang kembali dengan membawa dendam yang tersulut oleh api cemburu.

Konflik tiga hati yang semakin memanas ini akhirnya merenggut nyawa adik Gabby dan kakak Sephia. Lantas masih pantaskah mereka mempertahankan perasaan masing-masing atas dasar cinta?

***


Komentar Cizu :

Sebenarnya sekitar 50-an halaman dari novel ini sudah saya baca minggu lalu, ng.. bulan lalu.. eh apa tahun lalu yaa xD Kan udah 2015, wkwk. Tapi karena bagian awal adegannya masih romance-romance biasa, jadi saya sedikit menunda untuk menandaskan novel ini.

Novel ini dituliskan oleh dua orang (saya kenal salah satunya) dan saya bisa merasakan kerja sama diantara keduanya benar-benar terjalin baik. Penyakit novel duet yang biasa saya temukan seperti ketidaksinkronan antara sudut pandang satu dengan yang lain, atau karakter yang tidak konsisten, tidak saya temukan di novel ini.

Kemudian, novel ini mengusung tema yang jarang diusung penulis Indonesia lain. Romance dan Thriller. Suatu tindakan yang benar-benar berani karena menulis romance aja udah susah apalagi jika dicampur dengan adegan kejar-kejaran dan bunuh-bunuhan.

Sayangnya, ada beberapa hal yang membuat saya bertanya-tanya karena kurang logis. Hanya baca bagian ini kalau kamu sudah selesai membaca novel ini ya. Karena review berikutnya, akan mengandung SPOILER.

1) Zahra Adelia

Apa alasannya tiba-tiba ngasih si Sephia Andara (yang baru aja diliatnya beberapa detik lalu) sebuah kerjaan dan ngebayarin kosnya pula. Malaikat kah, dia? Emangnya dia nggak takut kalo Sephia ini ternyata anggota sindikat teroris atau buronan polisi yang baru aja mutilasi pacarnya? Oke mungkin saya berlebihan, tapi logisnya orang tidak akan segitu berbaik hatinya pada orang asing. Apalagi kalo orang asingnya juga nggak tau diri. Langsung pergi setelah 2 minggu kerja (dadakan pula) tanpa bayar utang terlebih dulu. Untung aja dia nggak minta gaji juga.

2) Pasangan Dimas & Gina / Mike & Gabby

Normalnya, orang sebelum pacaran kan pdkt dulu. Kenalan sama keluarga-keluarganya dulu. Minimal tau lah dia berapa orang bersaudara. Apalagi katanya Mike udah pacaran 2 tahun sama Gabby. Lah kok pas ketemu Gina, Mike nggak tau kalo itu adiknya Gabby? Dan kok bisa-bisanya Gina jealous sama Sephia, bahkan dia nggak tau kalo cewek itu adiknya Dimas? How come?

3) Duo kakak adik Gabby & Gina

Diceritakan kedua kakak adik ini sama-sama punya penyakit kejiwaan. Sama-sama posesif. Sayangnya fakta kondisi kejiwaan ini tidak didukung dengan latar belakang kehidupan mereka. Tadinya saya berharap Mike akan menceritakan gangguan kejiwaan apa yang dimiliki Gabby. Bagaimana tindakan keluarganya (mungkin pernah ngemasukin si Gabby ke RSJ)? Bagaimana kehidupan masa kecilnya? Dan kenapa dia baru bertindak nekat setelah Sephia muncul? Serius semua karena dendam? Alasan di balik kematian Gina juga nggak kuat. Kalo emang dia segitu jealousnya sama Dimas dan kalo emang Dimas playboy, harusnya dia udah mati dari dulu-dulu donk?

Omong-omong soal tokoh psycho, ada salah satu karakter yang berkesan di benak saya. Noriko Midorikawa di film Brain Man. Dia ngerakit bom sendiri dan nggak segan2 buat bunuh orang. Punya ciri memotong lidah korban sebelum membunuhnya. Dan sebagaimana tokoh-tokoh psycho pada umumnya, dia ababil. Tentu saja, saya menganggapnya 'keren' karena dia hanya tokoh fiksi. Di dunia nyata, saya berharap orang semacam itu tidak pernah ada.

4) Adegan penculikan di Bandara

Bagaimana caranya menggotong seorang pria dari dalam Bandara tanpa mengundang kehebohan dan memancing kecurigaan para petugas bandara? Bagaimana mungkin 4 orang pria berbaju serba hitam (yang mengingatkan saya dengan sindikat misterius dalam komik Detektif Conan), bisa melenggang bebas di bandara tanpa tiket dan tidak dicegah masuk sama security? Dan yang paling luar biasa menurut saya, adalah bagaimana mungkin Gabby bisa tau kalo Sephia dan Dimas mau ke Bali dan lagi ada di bandara?!! Siapa yang bocorin rahasia itu?! Apa dia punya permen karet super canggih yang bisa menyadap sekaligus melacak keberadaan mobil hanya dengan ditempelkan? Kenapa Gabby bisa punya bodyguard (sebenarnya nggak cocok sih kalo disebut bodyguard, karena bodyguard itu tugasnya adalah melindungi majikan) yang bisa disuruh menculik orang? Emang gajinya dia segede apa? Sewa penculik bayaran itu, nggak sejuta dua juta kan pasti.

Next, kenapa Ari muncul sendirian untuk menolong Mike dan nggak nelpon polisi sama sekali?! Berapa hari Mike diculik? BBnya tetap nyala tanpa dicharge? Ada banyak pertanyaan yang bermunculan di kepala saya saat membaca tiap adegan thriller di novel ini. Mungkin kalo novel ini panjangan dikit, kedua penulis bisa menjawabnya dengan baik. :)

5) Endingnya

Sayang sekali Canon SLR yang ditenteng-tenteng Sephia ini hanya jadi sekadar tempelan (bahkan saya hampir melupakannya), karena ujung-ujungnya Sephia Andara malah jadi Desainer fashion dan bukannya fotografer. Terus gimana ceritanya Mike bisa tau-tau jadi editor padahal sepanjang adegan nggak ada tanda-tanda dia suka baca novel? Oh, apa mungkin kalimat narasi yang tau-tau jadi puitis itu salah satu indikasinya? 

Terus siapin pernikahan emangnya bisa cuma dalam waktu berminggu-minggu? Sewa gedung bukannya harus dari jauh-jauh hari? Nggak ada acara lamaran ke Surabaya? Perkenalan antar keluarga? Saya merasa setiap adegan di novel ini terlalu terburu-buru, bahkan kedua MC(main character)-nya pun jatuh cinta dengan terburu-buru.

6) Sephia Andara

Bisa dibilang saya kurang simpatik sama MC yang satu ini. Hidupnya terlalu mudah karena muncul tokoh-tokoh malaikat (Zahra, Barry, & Anggun) yang melancarkan segala urusannya. Tindakannya nggak masuk akal. Misalnya, kenapa dia nggak langsung jelasin ke Gina kalo dia adiknya Dimas? Kenapa dia sama sekali nggak merasa bersalah pas tau Gina bunuh diri, padahal dia bisa dibilang salah satu penyebabnya.

Pas di awal2, kenapa dia ngotot nggak mau angkat telp Dimas yang udah jelas-jelas saudaranya dan malah menggantungkan hidup sama orang asing (Zahra)? Sebelum dia gajian, pasti makannya ditanggung sama Zahra kan? 

Dia bilang dia nggak mau disebut cewek murahan/jalang. Tapi kenapa dia mau-mau aja ketemu cowok asing yang iseng ngajak ketemuan di PRJ? Kenapa tengah malam pake acara nemuin cowok yang lagi galau karena abis berantem ama pacarnya? Kenapa dia mau-mau aja disuruh ini-itu sama Mike (adegan mandi sampe tidur seranjang itu bikin dahi saya berkerut-kerut) Sorry-sorry aja tapi menurut saya itu bukan tindakan seseorang yang nggak mau disebut murahan.

Dan yang paling mengganggu saya sepanjang jalannya novel : kenapa dia langsung bergua-elo tanpa terdengar logat jawa sama sekali dan memanggil kakak laki-lakinya dengan sebutan abang dan bukannya Mas. -.-

Eh tapi Mike juga sama aja, sih. Udah tau punya pacar cemburuan malah ngajak kenalan cewek lain. Parahnya lagi, pas Gabby ngelabrak Sephia untuk kedua kalinya, dia malah kabur bukannya misahin atau apa. Haiyaaaa, cowok macam apa itu. -.-

Anyway.........

Karena ini novel debut kedua penulis, saya rasa wajar saja jika masih ditemukan kekurangan di sana sini. :) Gaya bertutur kedua penulis pun mengalir dan sederhana sehingga tidak membingungkan. Saya yakin ke depannya, kedua penulis mampu menghasilkan novel yang lebih ciamik lagi. ^^


Rating : 2/5 Bintang.

0 komentar:

Poskan Komentar